Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Cara Budidaya Jamur Tiram

Written By batlax on Friday, June 21, 2013 | Friday, June 21, 2013

http://sumarsih07.files.wordpress.com/2010/01/di-kumbung-jamur.jpgMenekuni bisnis budidaya jamur tiram memang sangat menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.
 
Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas?
 
Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita bahas bersama beberapa tips bisnis yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas.
 
Pertama, langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.
 
Kedua, gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu, atau genteng.
 
Ketiga, faktor kelembapan merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.
 
Keempat, karena lokasi budidaya jamur berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbung.
 
Kelima, lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. Anda bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.
Keenam, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 4 meter.
 
Ketujuh, perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.
 
Kedelapan, karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Anda lakukan minimal 3 kali dalam sehari.
 
Nah, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir jika ingin mmbudidayakan jamur tiram tetapi daerah Anda merupakan daerah yang panas. Silahkan mencoba peluang bisnis jamur dimanapun Anda tinggal. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang! Salam sukses.
 
Friday, June 21, 2013 | 0 comments

Cara Menanam Terong

Terung (Solanum melongena) termasuk family Solanaceae dan tergolong dalam tanaman setahun. Batangnya berair dan berbulu dan ada pula yang berduri. Tingginya berkisar antara 60-240 cm. Berbentuk semak atau perdu. Tunas tumbuh dari ketiak daun sehingga tanaman tetap terlihat tegak. Buah terung umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi ada pula sebagai obat-obatan dan keperluan kontrasepsi. Bentuk, ukuran dan warna buah bermacam-macam, bergantung pada varietasnya. Oleh karena itu, sebelum menanam terung perlu mengetahui varietas terung yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan cocok dengan persyaratan tumbuh dimana terung dibudidayakan.
Terung dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanah yang cocok untuk pertanaman terung adalah tanah yang subur, tidak tergenang air, pH 5-6, dan berdrainase baik. Tanah berpasir atau lempung berpasir merupakan jenis tanah yang cocok untuk usaha terung. Apabila akar tergenang, tanaman terung akan terhambat pertumbuhannya, juga mudah terserang penyakit layu bakteri (Ralstonia Solanacearum) dan layu yang disebabkan oleh jamur verticillium spp. Waktu tanam yang baik yaitu pada awal musim kemarau (Maret/April) atau pada awal musim penghujan (Oktober/November).

B. Pemilihan jenis terung

Jenis terung yang dianjuran adalah terung kopek, terung Craigi, terung Bogor atau terung kelapa, terung gelatik atau terung lalap, dan terung acar. Kebutuhan benih 150-500 gram biji per hektar dengan daya kecambah 75%. Yang beredar dipasaran kebanyakan …..(panah merah). Daya tumbuhnya lebih dari 95 %, vigor murni, bersih dan sehat.

C. Model budidaya bedengan
Pembibitan

Pembibitan termasuk salah satu kegiatan awal dari kegiatan budidaya terung. Wadah semai yang perlu disediakan adalah kotak kayu, atau polybag berukuran 10 x 12 cm² (berdiameter 5 cm) atau gelas aqua yang sudah dilubangi bagian bawah sisi kiri dan kanan sebanyak 3-4 lubang. Masukan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:3 kedalam wadah persemaian. Bila tanahnya berliat bisa ditambah pasir.
Sebelum disemai, biji/benih terung direndam dahulu di dalam air hangat (50°C) selama 1 jam. Kemudian biji/benih yang sudah direndam dibenamkan di dalam media semai kotak kayu dengan jarak 1-3 cm. Bila menggunakan polybag atau gelas aqua biji dibenamkan 1-2 biji per polybag atau per gelas aqua. Tutup biji dengan lapisan tanah tipis atau kompos. Biji yang telah dibenam disiram sampai basah kemudian ditutup dengan daun pisang selama 3-5 hari. Wadah tersebut diteduhkan di rumah persemaian. Penyiraman dilakukan setiap hari. Bila bibit terung sudah berumur 6 minggu (1,5 bulan) atau sudah memiliki daun 4-5 helai, bibit tersebut sudah siap untuk ditanam di bedengan.

Pengolahan tanah.

Lahan pekarangan dibersikan dari gulma. Kemudian tanahnya dicangkul sedalam 30 cm. Setelah itu, bedengan dibuat dengan ketinggian sekitar 30 cm. Lebar bedengan sekitar 1 m, dan panjang tergantung ukuran/bentuk lahan. Jarak antar bedengan sekitar 40 cm atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Bila pH tanah kurang dari 5,0 maka perlu ditambahan kapur pertanian/Dolomit sebanyak 100 gram/1m² dan diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam. Setelah tanah bagian atas bedengan diratakan, dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 60 cm x 80 cm atau 60 cm x 90 cm sehingga tiap bedengan terdapat 2 barisan tanaman. Setiap lubang tanam dimasukan 1 kg pupuk kandang ayam atau kotoran sapi atau kompos ke dalam lubang tanam. Semprot larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) ke dalam lubang tanam tersebut, kemudian permukaan lubang tanam ditutup dengan tanah. Biarkan selama 3 hari dan bedengan siap untuk ditanami.

Penanaman

Bibit/anakan terung sudah bisa ditanam ketika anakan berumur 1,5 bulan setelah disemai. Bibit yang disemai di kotak kayu atau di polybag ukuran kecil atau digelas aqua dipindahkan ke bedengan secara hati-hati agar akar tanaman tidak putus. Penanaman dilakukan pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam 60 cm x 80 cm atau 60 cm x 90 cm..

D. Model budidaya pot atau polybag

Pot atau polybag adalah wadah tanam yang digunakan sebagai model budidaya terung pada lahan pekarangan sempit. Pot atau polybag berukuran 40 cm x 40 cm dapat digunakan untuk menanam terung. Pot atau polybag harus dilubangi 4-5 lubang dibagian bawah sisi kiri dan kanan wadah untuk membuang air berkelebihan supaya tidak tergenang. Sebaiknya polybag dibalik sebelum diisi media tanam agar polybag dapat berdiri kokoh dan tidak mudah roboh.
Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 1:2, atau 1:3, tergantung tingkat kesuburan dan tekstur tanah. Masukan media ke dalam pot atau polybag sampai penuh. Sisakan jarak sekitar 1 cm dari bibir wadah. Semprot larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan tanah di pot atau polybag, kemudian pot atau polybag ditutup dengan karung goni selama 3 hari. Pot atau polybag siap untuk ditanami.

Penanaman
Sebelum dilakukan penanaman, pot atau polybag yang sudah terisi dengan media tanam disiram terlebih dahulu untuk memudahkan penanaman. Penanaman di pot atau di polybag dilakukan dengan cara pindah anakan terung dari kotak kayu persemaian atau dari polybag persemaian atau dari gelas aqua ke dalam pot atau polybag berukuran 40 cm x 40 cm dengan jumlah anakan, 1 anakan per pot atau per polybag.

Benih terung juga bisa ditanam langsung di pot atau di polybag tanpa melalui proses persemaian. Akan tetapi cara tanam seperti ini membutuhkan benih yang banyak dan pemeliharan harus intensif. Anakan harus dikurangi sampai sisa 1 anakan di dalam polybag atau sulam benih yang tidak tumbuh di dalam polybag.

Perawatan

Tanaman terung perlu disiram setiap hari sampai tanaman tumbuh normal, kemudian diulang sesuai kebutuhan. Penyulaman dilakukan terhadap tanam yang sakit atau mati paling lambat 1 -2 minggu setelah tanam. Pengendalian gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemberian pupuk susulan. Pemberian ajir untuk menopang berdirinya tanaman. Tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama sebaiknya dipangkas. Penggemburan tanah atau pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pemupukan susulan.
Pupuk susulan pertama setelah tanaman berumur 15 hst dengan cara semprot larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada batang tanaman. Pupuk susulan kedua dan ketiga setelah tanaman berumur 30 hst dan 45 hst. Cara memupuk dan dosis pupuk sama seperti pemupukan susulan pertama. Pupuk organic cair Landeto (untuk buah) atau Hantu dapat juga diberikan pada tanaman sebagai pupuk tambahan dengan dosis 2 tutup botol/10 liter air. Larutan pupuk ini disemprot pada tanaman dengan waktu pemberian setelah tanaman berumur 18 hst, 33 hst, dan 48 hst, 60 hst, 75 hst dan 90 hst.
Jika ada tanaman terserang hama dan penyakit, segera ditanggulangi secara mekanis (dicabut dan dibakar) atau disemprot dengan fungisida dan insektisida nabati.

Panen

Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan. Pertanaman yang baik dapat menghasilkan 200 kg buah terung per 100 m². Panen dilakukan menggunakan pisau sekali atau dua kali seminggu. Buah terung yang layak dikonsumsi adalah buah yang padat dan permukaan kulitnya mengkilat.

sumber: deptan.go.id
Friday, June 21, 2013 | 0 comments

Cara Menanam Toge

Kecambah sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan, selain manfaat rasanya pun juga segar. Penggunaannya praktis, dapat dimakan segar pada kondisi mentah begitu saja setelah dicuci bersih sebagai lalapan teman sambal sayur rawon, sambal kencur atau direbus/ dikukus untuk sayur urap/pecel, soto dan lainnya. Berikut saya sharing disini cara praktis membuat kecambah di rumah. Ambil semangkuk kacang hijau butiran, rendam selama semalam. Setelah butir-butir kacang hijau mulai merekah, tiriskan dan ratakan dalam pinggan. Ratakan posisinya di pinggan, agar proses pengecambahannya merata. Diamkan selama semalam pada suhu ruang yang lembab. Untuk membantu proses tumbuhnya tunas – tunas kecambah agar lebih cepat dan merata tumbuhnya, pinggan dapat diletakkan di dalam panci (buka sedikit tutupnya) atau ditutup dengan serbet. Untuk menghilangkan kulit kacang hijau yang terkelupas dari kepala kecambah, maka rendam ke dalam sebaskom air sebentar kecambah yang masih berselimut hijau, hingga kulit hijau nya mengambang dengan sendirinya dan dapat dengan mudah kita buang. Tiriskan dari air, dan Kecambah siap dikonsumsi.
Friday, June 21, 2013 | 0 comments